STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN

JL. Taman Praja No.25 Madiun

"Profesionalisme Urat Nadiku, Indonesia Sehat Janji Baktiku"

STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN PEDULI PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT

Rabu, 13 Desember 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 1460 Kali

      

       STIKES Bhakti Husada Mulia berupaya untuk menjadi pusat kajian kesehatan dalam bebagai sektor bidang kesehatan. Salah satu upaya mewujudkannya adalah melalui berbagai kegiatan ilmian mulai dari seminar/workshop/pendidikan dan pelatihan serta kegiatan update keilmuwan kesehatan sesuai bidang kajian. Hal ini sebagai bagian bentuk kepedulian untuk civitas akademika, dimana dalam 2 hari berturut-turut STIKES BHM Madiun mengundang pakar kesehatan dibidangnya, sehingga ciitas akademika mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional sejak dini.

       Senin, 11 Desember 2017, Program Studi Rekam Medis mengundang Ketua DPD PORMIKI Jatim (Perhimpunan Profesional Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia) berkaitan dengan Konsep Dasar Rekam Medis dan Analisis Dokumen Rekam Medis. Sebagaimana disampaikan Ana Rosarini, A.Md.PK., SH bahwa catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien adalah informasi penting bagi pasien itu sendiri. Profesi Rekam Medis ini bekerja mengurusi kegiatan yang berhubungan dengan rekaman catatan pelayanan kepada pasien dalam sebuah organisasi pelayanan kesehatan. Oleh karenanya dituntut untuk dapat memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperhatikan perundangan dan etika profesi yang berlaku, sehubungan informasinya dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan terkait dengan pelayanan medis dan kesehatan lainya.

       Kemudian dilanjutkan pada Selasa, 12 Desember 2017, STIKES BHM Madiun yang difasilitasi langsung oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotic Kementrian Kesehatan Reppublik Indonesia mengadakan kuliah tamu yang di bawakan oleh Dr. Suwito, SKM., M.Kes selaku Kepala Seksi Pengendalian Vektor. Kegiatan ini merupakan bagian Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam upaya menghadapi musim penghujan dengan adanya kemungkinan meningkatnya vektor penyakit terutama nyamuk, sehingga masyarakat untuk dapat menghindari gigitan nyamuk, sehubungan hal ini dapat mewujudkan keluarga yang sehat.  Kasus yang umum terjadi di Indonesia adalah malaria, demam berdarah, japanis enchepalitis, filaria dan chikungunya, dimana faktor risiko terbesar terdapat pada lingkungan dan perilaku.

       Dalam kesempatan tersebut Direktorat P2PTVZ menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan P2TVZ adalah menekan populasi vektor dengan pengendalian serentak dan berkelanjutan bersama masyarakat melalui lintas program dan lintas sektor. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan pestisida guna menghindari resistensi dan pencemaran lingkungan, melakukan modifikasi lingkungan, dan lain-lain. Sebagai penutup beliau berpesan untuk selalu waspada, sehubungan adanya perubahan perilaku vektor dalam menyebarkan penyakit.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT