STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN

JL. Taman Praja No.25 Madiun

"Profesionalisme Urat Nadiku, Indonesia Sehat Janji Baktiku"

UJIAN KENAIKAN TINGKAT DASAR DUA UKM PERISAI DIRI STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN DI PANTAI SRAU KABUPATEN PACITAN

Selasa, 18 Februari 2020 ~ Oleh Update brita ~ Dilihat 711 Kali

  1. UKM PERISAI DIRI STIKES BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN DI PANTAI SRAU KABUPATEN PACITAN

     

    Salah satu aliran pencak silat yang telah berkembang dan banyak digemari saat ini adalah Silat Perisai Diri. Silat yang bernama lengkap KELATNAS Indonesia Perisai Diri ini merupakan perguruan beladiri yang sudah menyebar ke manca Negara dan bertaraf internasional yang menampung dan mengembangkan potensi beladiri para peminatnya disamping sebagai wadah peningkatan kesehatan jasmani dan rohani para anggotanya. Hal ini menyebabkan silat Perisai Diri memiliki banyak peminat.

    Silat Perisai Diri telah memiliki banyak tempat latihan (yang disebut unit/ranting) yang dinaungi oleh Pengurus Daerah di tiap daerah di Nusantara. Dikarenakan jumlah ranting yang signifikan ini dan perkembangan penyebaran Silat Perisai Diri yang akan terus meluas dengan pesatnya. Sehubungan dengan berbagai persoalan di atas, KENAIKAN TINGKAT DASAR DUA UKM PERISAI DIRI di STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun ini sebagai salah satu upaya menyiapkan anggota-anggota (kader) yang bisa di andalkan dalam berorganisasi dan sebagai pesilat yang berjiwa satria dimasa mendatang. 

    Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Dasar Dua UKM Perisai Diri STIKES BHM Madiun ini di laksanakan selama dua hari yaitu pada hari  Sabtu, 25 Januari s/d hari Minggu, 26 Januari 2020, kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Pacitan tepatnya di Pantai Srau. UKM Perisai Diri STIKES BHM Madiun mengirimkan sebanyak 15 orang delegasi untuk mengikuti Ujian Kenaikan tingkat dasar dua, kegiatan ini di laksanakan bersama 2 Kontingen dari luar kota yaitu dari Wonogiri dan Bojonegoro.

    “……. Tujuan berlatih silat adalah Untuk memelihara kesehatan, ketenangan, dan kepercayaan kepada diri sendiri. Dilarang untuk berkelahi, sombong, mencari musuh dan berbuat apapun yang akan mengakibatkan tidak baik untuk pribadi maupun pihak lain. Pokoknya semua itu untuk keselamatan dan kebaikan budi. Itulah perisai diri yang ampuh…………..

    R.M.S Dirdjoatmdjo. Pendiri kelatnas perisai diri (1913 – 1983)

    Syukur Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung dengan lancar  

  1. TULISAN TERKAIT